
Investigasi Kecurangan di dalam Perusahaan – Seri 2
September 3, 2026Sabotase bisnis
Contoh kasus sabotase bisnis oleh orang dalam di suatu perusahaan distributor/pemegang keagenan produk, melalui rangkaian tindakan curang yang dilakukan secara sistematis
Perbuatan kecurangan di dalam perusahaan/ corporate fraud sangat memungkinkan, karena faktor hubungan antar personel termasuk pimpinan perusahaan dengan pekerja biasanya terjalin baik bahkan akrab. situasi inilah yang mendukung terbukanya kesempatan untuk melakukan perbuatan curang. Dalam beberapa kejadian, kecurangan di dalam perusahaan dilakukan oleh orang kepercayaan, bahkan pada umumnya melibatkan beberapa pelaku.
Mempersiapkan perusahaan pribadi dari dalam perusahaan
Kami mengungkap perbuatan kecurangan yang dilakukan oleh beberapa orang di dalam suatu perusahaan distribusi produk yang melakukan konspirasi untuk membangun bisnis baru di luar perusahaan.
Kecurangan di dalam perusahaan tidak selalu muncul dalam bentuk penggelapan uang perusahaan secara langsung, tetapi ada berbagai bentuk kecurangan lainnya. Biasanya tidak hanya dilakukan oleh seseorang, ada perancang utama/mastermind, pembuka kesempatan/fasilitator dan ada pelaksana.
Dalam bisnis distributorship/ keagenan, keuntungan pribadi dapat disembunyikan oleh pelaku kecurangan di dalam perusahaan dibalik transaksi maupun prosedur yang secara administratif terlihat normal seperti :
- Pembelian barang
- Penjualan produk
- Pemberian komisi
- Pengadaan suku cadang
- Pekerjaan jasa service / purna jual
- Pekerjaan Instalasi
- Pengalihan transaksi ke pihak lain bahkan ke perusahaan pribadi milik orang dalam.
LOYALITAS
Dalam suatu organisasi, LOYALITAS mencakup:
- Menjunjung tinggi kejujuran
- Kesetiaan kepada perusahaan
- Menjaga aset dan informasi perusahaan
- Menjalankan prosedur dan kewenangan sesuai aturan;
- Menghindari konflik kepentingan;
- Tidak menyalahgunakan akses atau jabatan;
- Tetap menjaga kepentingan perusahaan meskipun menghadapi tekanan dari pihak lain.
- Menjaga etos kerja.
Pertanyaannya : Seberapa Anda yakin kepercayaan yang telah Anda berikan kepada seseorang dapat menjamin keutuhan loyalitasnya?
Salah satu contoh kasus kecurangan/ konspirasi di dalam suatu perusahaan dilakukan oleh subyek selaku Deputy General Manager yang menyebabkan kerugian masif bagi perusahaan :
Seorang sales manager senior yang kami beri inisial sebagai subyek 1 bekerja pada perusahaan A yang tergolong sebagai perusahaan kelas menengah berlokasi di Jakarta dengan bidang usaha sebagai distributor produk untuk sektor industri, bekerja selama beberapa tahun, karena dinilai memiliki prestasi baik maka dipromosikan menjadi deputy general manager, subyek diberikan gaji yang sangat mencukupi, fasilitas kendaraan mewah, komisi, bonus, fasilitas membership golf serta perangkat golf untuk melobby konsumen, sering dikirim ke luar negeri untuk mengikuti seminar serta kunjungan ke pihak principal/ manufaktur.
Sebagai deputy general manager, subyek 1 secara langsung membawahi divisi penjualan dan divisi purna jual dan secara otomatis memiliki kewenangan lebih besar.
Berbekal kepercayaan dari pimpinan serta jaminan fasilitas di perusahaan A serta jabatan yang lebih tinggi, subyek 1 mulai meningkatkan jangkauannya keluar perusahaan, dan mulai melihat peluang besar ada di depan mata dan berpikir untuk mulai membangun bisnis pribadinya dan mencari pemodal untuk bersama-sama membangun perusahaan baru.
Rangkaian tindakan kecurangan secara sistematis
Subyek 1 mulai membangun konspirasi dengan dua orang pemegang posisi kunci di perusahaan A (subyek 2 dan subyek 3) yang memiliki pengalaman serta kemampuan dalam penanganan pekerjaan, kemudian subyek 1 mulai melakukan pendekatan secara pribadi ke para pelanggan rutin khususnya yang tergolong besar.
Melalui upaya pribadi, subyek 1 berhasil mendapatkan pemodal (subyek 4) yang telah mendapat informasi lengkap dari subyek 1 tentang bisnis perusahaan A, meliputi omzet, potensi bisnis, daftar pembeli/ pelanggan, sumber pemasukan rutin. Singkat kata subyek 1 bersama dengan subyek 2 dan subyek 3 memulai dengan melakukan pengumpulan data-data operasional, penjualan, omzet, S.O.P., data administrasi, dokumen transaksi, daftar pelanggan/ pembeli tetap, materi promosi, dan berbagai data penting lainnya yang cukup diambil dari soft-copy nya.
Secara paralel, subyek 1 bersama subyek 4 mempersiapkan perusahaan baru, dan mengatur strategi bisnis menggunakan pola yang sama dengan perusahaan tempat nya bekerja. Setelah merasa data-data yang dimiliki sudah cukup, kemudian subyek 1 mengatur pengunduran diri bertahap, yaitu subyek 2 dan subyek 3 diatur untuk mengundurkan diri satu persatu dan keduanya langsung memulai aktivitas kerja di perusahaan baru milik subyek 1 dan subyek 4, sambil melakukan komunikasi rutin dengan subyek 1 yang saat itu masih aktif bekerja di perusahaan A serta mengalihkan pelanggan.
Sekitar satu bulan setelah subyek 2 dan subyek 3 mengundurkan diri, kemudian subyek 1 mengundurkan diri dari perusahaan A, dan langsung memulai aktivitas bisnis di perusahaan baru miliknya serta mulai mengalihkan bisnis yang biasanya ditangani oleh Perusahaan A
Kejadian tersebut sangat merugikan perusahaan A karena sebagian pelanggan tetap yang selama bertahun-tahun memberikan kontribusi pemasukan kemudian diambil alih oleh orang dalam yang awalnya telah diberikan kepercayaan besar.
SABOTASE BISNIS TERSEBUT MENGGUNAKAN POLA SISTEMATIS TERSTRUKTUR TERMASUK COPY-PASTE STRATEGI SISTEM OPERASIONAL MILIK PERUSAHAAN
Subyek 1 merancang pola copy-paste sistem operasional, manajemen, strategi bisnis perusahaan A dan melakukan konspirasi terselubung yang telah dipersiapkan bukan dalam waktu singkat.
Perbuatan kecurangan dan konspirasi semacam ini pada umumnya dilakukan oleh subyek yang telah bekerja cukup lama, justru mereka inilah yang lebih memahami celah kelemahan manajemen, peluang, situasi, termasuk membangun hubungan dekat yang berkembang menjadi kolusi dengan personel-personel internal lainnya termasuk pihak luar seperti vendor, pembeli/ pelanggan.
Bagi kami, loyalitas harus disertai dengan kejujuran, tapi kenyataannya loyalitas tidak menjamin kejujuran. Dalam kejadian ini terjadi unsur ‘pengkhianatan’ yang dilakukan terhadap pihak pemilik serta manajemen perusahaan A.
‘Kecurangan kecil di dalam perusahaan jika tidak segera dihentikan dapat berdampak sangat merugikan bagi Perusahaan Anda.’
Kepercayaan harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan.
Belajar dari contoh kasus di atas, sulit memastikan apakah seseorang memiliki kadar loyalitas yang tinggi.
Seseorang yang dianggap sebagai orang yang baik dan jujur, belum tentu seperti anggapan orang lain pada saat melihat peluang yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan dirinya sendiri, kecurangan pun tetap dilakukan sekalipun sadar bahwa perbuatannya merugikan pihak lain.
Inilah pentingnya menggunakan jasa kami selaku Private Investigator independen untuk melakukan investigasi terhadap orang dalam di Perusahaan Anda secara berkala, idealnya dilakukan setiap enam bulan.
Kami siap melakukan ‘investigasi loyalitas personel’ di perusahaan Anda secara berkala untuk memastikan seberapa besar kadar ‘loyalitas’ para pekerja Anda khususnya bagi mereka yang menempati posisi penting atau manajerial level keatas, juga terhadap mereka yang direncanakan akan memperoleh promosi jabatan.
Dapatkan kepastian yang nyata, bukan sekedar keyakinan. Lakukan tindakan pencegahan untuk melindungi bisnis Anda sebelum terlambat.
Don’t judge a book by it’s cover
Hubungi kami via email : services.pit@proton.me , beri kode : ‘CF’ pada subject di email Anda.
Untuk permintaan mendesak, kirimkan chat via whatsapp : +62 0812 1885 8689 dengan kode pesan : URGENT – CF
Perhatian : Pastikan terlebih dahulu bahwa email maupun whatsapp yang Anda gunakan aman dan tidak terkoneksi dengan pihak/perangkat lain.




